Bandwidth Test merupakan fitur bawaan pada MikroTik yang digunakan untuk mengukur kemampuan dan performa koneksi jaringan antara dua perangkat MikroTik. Pengujian ini dilakukan dengan mengirimkan lalu lintas data menggunakan protokol TCP maupun UDP untuk mengetahui kapasitas transfer data yang dapat dicapai pada suatu jalur komunikasi.
Apa fungsinya ?
Hasil pengujian akan menampilkan informasi seperti kecepatan transfer (throughput), penggunaan CPU pada kedua router, serta tingkat packet loss. Melalui fitur ini, administrator dapat memastikan jaringan bekerja secara optimal, serta mengidentifikasi kemungkinan adanya hambatan yang dapat memengaruhi performa komunikasi antar perangkat.
Persiapan
Sebelum melakukan pengujian:
- Pastikan kedua router sudah saling ping.
- Aktifkan Bandwidth Server pada router tujuan melalui Tools → Bandwidth Server.
- Gunakan akun pengguna MikroTik yang memiliki hak akses untuk login.


Pengujian TCP
Melalui Tools → Bandwidth Test.
Konfigurasi protokol TCP di RIZKI-NE-01 -> REHAN-NE-02 lewat (vmbr102)

Konfigurasi protokol TCP di REHAN-NE-02 -> RIZKI-NE-01 lewat (vmbr102)

Pengujian UDP
Ubah protokol dari TCP ke UDP
Konfigurasi protokol UDP di RIZKI-NE-01 -> REHAN-NE-02 lewat (vmbr102)

Konfigurasi protokol UDP di REHAN-NE-02 -> RIZKI-NE-01 lewat (vmbr102)

Pengujian Random Data
- Hasil Bandwidth Random Data TCP RIZKI-NE-01

- Hasil Bandwidth Random Data TCP REHAN-NE-012

- Hasil Bandwidth Random Data UDP RIZKI-NE-01

- Hasil Bandwidth Random Data UDP REHAN-NE-02

Kesimpulan
Bandwidth Test pada MikroTik merupakan fitur yang efektif untuk mengukur dan menganalisis performa jaringan antar perangkat. Pengujian menggunakan TCP, UDP, RD TCP, dan RD UDP memberikan gambaran yang lebih lengkap mengenai kualitas koneksi, mulai dari kecepatan transfer data, penggunaan sumber daya router, hingga tingkat packet loss.
Berdasarkan hasil pengujian, dapat disimpulkan bahwa koneksi antar router telah berfungsi dengan baik dan mampu mendukung komunikasi jaringan sesuai dengan konfigurasi yang telah diterapkan. Hasil ini juga menjadi acuan bagi administrator dalam memastikan jaringan bekerja secara optimal dan stabil.




