Static Route merupakan metode routing yang dilakukan secara manual oleh kedua administrator jaringan untuk menghubungkan dua atau lebih jaringan yang berbeda. Pada MikroTik, setiap router harus mengetahui jalur menuju jaringan lain agar paket data dapat dikirim ke tujuan yang benar.
Kenapa Static Route ?
Static route banyak diterapkan pada jaringan dengan topologi sederhana hingga menengah karena konfigurasinya mudah dipahami, stabil, dan tidak menghasilkan lalu lintas pertukaran informasi routing seperti pada routing dinamis.
Artikel ini dibuat berdasarkan study case sebelumnya: Konfigurasi IP Pada Mikrotik CHR Di Virtual Proxmox
Langkah Konfigurasi
Untuk melakuakn konfigurasi static route pada mikrotik kita perlu siapkan 2 atau lebih router
- RIZKI-CHR-01
Masuk ke IP → Routes kemudian tambahkan route menuju jaringan milik CHR-02.

- REHAN-CHR-02
Masuk ke IP → Routes kemudian tambahkan route menuju jaringan milik CHR-01.

Pengujian
Lakukan pengujian menggunakan perintah:
ping 192.168.101.10 -> kearah REHAN-CHR-02

ping 192.168.100.10 -> untuk ke RIZKI-CHR-01

Kesimpulan
Konfigurasi Static Route pada MikroTik merupakan langkah penting untuk menghubungkan beberapa jaringan yang berbeda agar dapat saling berkomunikasi. Dengan menambahkan rute secara manual menuju jaringan tujuan melalui gateway yang sesuai, setiap router dapat meneruskan paket data ke jalur yang benar.
Setelah konfigurasi selesai dan pengujian menggunakan ping berhasil dilakukan tanpa kendala, dapat disimpulkan bahwa static route telah bekerja dengan baik sehingga komunikasi antar jaringan berlangsung secara optimal, stabil, dan sesuai dengan topologi yang telah dirancang.




