Memahami perbedaan WHOIS dan IRR pada ASN merupakan hal penting bagi administrator jaringan yang mengelola routing berbasis BGP. Keduanya menyediakan informasi terkait Autonomous System Number (ASN) dan prefix, namun dengan tujuan yang berbeda. Artikel ini menjelaskan apa itu WHOIS, apa itu IRR, serta bagaimana perbedaan keduanya dalam konteks implementasi eBGP.
Dalam jaringan komputer, setiap jaringan yang berperan sebagai Autonomous System diidentifikasi menggunakan Autonomous System Number (ASN). ASN dipakai untuk bertukar informasi routing antar jaringan. Pada implementasi eBGP (External Border Gateway Protocol), ASN membedakan jaringan yang berada pada Autonomous System yang berbeda. Sebagai contoh simulasi, artikel ini menggunakan AS65100.
Apa Itu WHOIS?
WHOIS adalah layanan direktori berbasis protokol yang menyimpan informasi registrasi sumber daya Internet. Informasi ini mencakup ASN, IP address, prefix, dan data organisasi pemiliknya.
Secara umum, WHOIS menyediakan data berikut:
- Nama organisasi pemilik ASN atau IP address.
- Rentang IP address atau prefix yang terdaftar.
- Informasi kontak administratif dan teknis.
- Regional Internet Registry (RIR) yang mengelola sumber daya tersebut.
Misalnya, untuk mengetahui kepemilikan suatu prefix, WHOIS menjawab pertanyaan berikut:
“Prefix atau IP address ini terdaftar atas nama siapa?”
Dalam konteks AS65100, WHOIS dapat digunakan untuk melihat informasi registrasi ASN dan prefix yang berkaitan dengan jaringan tersebut.
Apa Itu IRR (Internet Routing Registry)?
IRR (Internet Routing Registry) adalah database publik yang menyimpan informasi routing Internet, termasuk routing policy dan route object. IRR berfungsi sebagai referensi untuk memvalidasi dan memfilter routing yang masuk dari peer atau upstream. Database IRR utama meliputi RADB, RIPE, dan APNIC.
Berbeda dari WHOIS yang berfokus pada registrasi, IRR membantu operator jaringan mengetahui apakah suatu prefix memang tercatat untuk di-origin oleh ASN tertentu. Dengan kata lain, IRR menjawab pertanyaan:
“Prefix ini di-origin oleh ASN berapa?”
Sebagai contoh, jika AS65100 menggunakan suatu prefix, informasi routing-nya dapat dicatat di IRR. Selanjutnya, jaringan lain dapat menggunakan catatan itu sebagai referensi saat melakukan filtering atau validasi routing.
Perbedaan WHOIS dan IRR pada ASN
| Aspek | WHOIS | IRR |
|---|---|---|
| Fungsi utama | Informasi registrasi sumber daya Internet | Informasi routing dan kebijakan BGP |
| Data yang disimpan | Pemilik, organisasi, RIR | Route object, routing policy |
| Pertanyaan yang dijawab | Prefix ini terdaftar atas nama siapa? | Prefix ini di-origin oleh ASN mana? |
| Penggunaan | Administrasi dan identifikasi jaringan | Routing dan pengelolaan kebijakan BGP |
Ringkasan perbedaan WHOIS dan IRR:
WHOIS → informasi registrasi
“Siapa yang terdaftar menggunakan ASN atau prefix ini?”
IRR → informasi routing
“ASN mana yang tercatat meng-origin prefix ini?”
Penerapan dalam Simulasi eBGP
Dalam simulasi implementasi eBGP, AS65100 mengumumkan (announce) suatu prefix kepada Autonomous System lain melalui koneksi eBGP. Berikut ilustrasi topologinya:
eBGP
AS65100 ───────── AS lainnya
|
PrefixInformasi mengenai prefix tersebut dapat dilihat dari dua sisi:
- WHOIS: digunakan untuk melihat informasi registrasi ASN atau prefix.
- IRR: digunakan untuk melihat informasi routing yang berkaitan dengan prefix dan ASN tersebut.
Dengan demikian, WHOIS dan IRR saling melengkapi dalam pengelolaan jaringan BGP. Keduanya berguna saat melakukan pengecekan identitas jaringan, validasi prefix, dan penerapan routing policy yang tepat.
Kesimpulan
Perbedaan WHOIS dan IRR pada ASN terletak pada fokus informasinya. WHOIS memberikan informasi identitas dan registrasi sumber daya Internet, seperti ASN, IP address, prefix, dan organisasi pemiliknya. Sementara itu, IRR menyimpan informasi routing — yaitu hubungan antara prefix dan ASN, serta routing policy yang berlaku.
Dalam implementasi eBGP, kedua alat ini membantu administrator jaringan untuk memeriksa ASN dan prefix, menganalisis informasi routing, serta menerapkan routing filter dengan lebih akurat. Dengan memahami perbedaan WHOIS dan IRR, pengelolaan dan dokumentasi jaringan dapat dilakukan lebih terstruktur dan efisien. Untuk pemahaman lebih lanjut tentang protokol routing, baca juga artikel kami tentang Dasar OSPF Single-Area.





