Manajemen Bandwidth menggunakan Simple Queue di MikroTik

promo hosting cpanel

Simple Queue adalah cara paling simpel dan to the point di MikroTik buat ngelimit bandwidth. Kita tinggal masukin target IP atau subnet, kasih angka limit. Cuma ada aturan untuk konfigurasi Simple Queue itu dibaca dari atas ke bawah (sequential).

Biar lebih rapi dan fleksibel, di sini kita pakai model Hierarchical alias Parent-Child (Induk dan Anak). Konsepnya gampang: si Induk pegang total jatah bandwidth, nah anak-anaknya tinggal bagi-bagi dari jatah si Induk. Kalau salah satu anak lagi santai (idle), anak yang lain bisa bebas pinjem sisa bandwidth-nya selama nggak ngelewatin batas maksimal si Induk.

Skema Topologi dan Hasil Pengujian

Sebelum masuk ke tahap konfigurasi, pengujian dirancang untuk mereplikasi kondisi nyata di lapangan pada dua titik Network Element (NE-01 dan NE-02):

Target HostRouter / SwitchSkema QueueLimit TargetHasil DownloadHasil UploadStatus Test
192.168.10.251/24 (guest1) => Vlan 10NE-1 (Core)Queue Tree + PCQ8.00 Mbps (Shared)7.72 Mbps7.92 MbpsPASS
192.168.10.250/24 (guest2) => Vlan 10NE-2 (Switch)Queue Tree + PCQ8.00 Mbps (Shared)6.47 Mbps7.82 MbpsPASS
192.168.30.10 (mgmt1) => Vlan 30NE-1 (Core)Child Simple Queue20.00 Mbps (Max Limit)19.49 Mbps19.85 MbpsPASS
192.168.30.50 (mgmt2) => Vlan 30NE-2 (Switch)Child Simple Queue20.00 Mbps (Max Limit)16.12 Mbps16.08 MbpsPASS
192.168.20.0/24 (srv) => Vlan 20NE-1 & NE-2UnthrottledUnlimitedFull Link SpeedFull Link SpeedPASS
  • Management A
    Disimulasikan melakukan aktivitas berat (unduh file berukuran masif) untuk menguji batas atas kapasitas pipa.
  • Management B
    Melakukan aktivitas standar (akses web dan streaming) secara bersamaan guna menguji tingkat keadilan distribusi sisa bandwidth.
  • Parameter Simple Queue Yang Diterapkan (Management A dan B)
    Dibatasi pada max-limit sebesar 20 Mbps, namun diberikan fleksibilitas burst limit hingga 25 Mbps selama 5 detik pertama agar sesi awal tetap terasa responsif.

Tujuan Konfigurasi

Tim mau ngunci total speed buat segmen Management (VLAN 30) biar mentok di 20 Mbps aja (baik Upload maupun Download). Nanti jatah 20 Mbps ini kita pecah ke dua VM (MGMT 1 dan MGMT 2).

Kalau dua-duanya lagi sibuk traffic-nya, masing-masing pasti dapat jaminan 10 Mbps biar adil. Tapi kalau misalnya MGMT 2 lagi nggak ada traffic, MGMT 1 bisa otomatis narik jatah speed sampai full 20 Mbps.

Target Perangkat: Core Router (NE-1) Target Ip: 192.168.30.10/24

Target Perangkat: Switch Router (NE-2) Target Ip: 192.168.30.50/24

Langkah-Langkah Konfigurasi (CLI)

Buat Parent Queue (Sesuai dengan form TOTAL-MGMT-LIMIT-20M)

Berikut adalah command untuk membuat parrent queue


 /queue simple
   add name="TOTAL-MGMT-LIMIT-20M"
   target=192.168.30.0/24
   max-limit=20M/20M
   comment="Parent Queue Total Bandwidth MGMT VLAN 30"

Buat Child Queue 1 (Sesuai dengan form SQ-Child-mgmt1)

Berikut adalah command untuk membuat child queue

   
    /queue simple
   add name="SQ-Child-mgmt1"
   target=192.168.30.10/32
   parent="TOTAL-MGMT-LIMIT-20M"
   max-limit=20M/20M
   burst-limit=25M/25M
   burst-threshold=18M/18M
   burst-time=10s/10s
   comment="Child Queue mgmt1"

Buat Child Queue 2 (Sesuai dengan form SQ-Child-mgmt2)

       
   /queue simple
    add name="SQ-Child-mgmt2"
    target=192.168.30.50/32
    parent="TOTAL-MGMT-LIMIT-20M" 
    max-limit=20M/20M
    burst-limit=25M/25M
    burst-threshold=18M/18M
    burst-time=10s/10s
    comment="Child Queue mgmt2"

Hasil dokumentasi

Queues (Queues → Simple Queue)

QueueTargetMax Limit (Up/Down)Peran
TOTAL-MGMT-LIMIT-20M192.168.30.0/2420M / 20MParent — batas total bandwidth gabungan untuk seluruh VLAN 30
SQ-Child-mgmt1192.168.30.1020M / 20MChild — batas per-host untuk 1 perangkat MGMT
SQ-Child-mgmt2192.168.30.5020M / 20MChild — batas per-host untuk perangkat MGMT lain

Catatan:

  • Ketiga queue menerapkan Burst: Burst Limit 25M, Burst Threshold 18M, Burst Time 10s — jadi trafik boleh melonjak sampai 25M sesaat selama rata-rata pemakaian belum tembus 18M dalam 10 detik terakhir.
  • Karena parent dan child sama-sama diset 20M, child pada praktiknya akan lebih membatasi jika totalnya melebihi limit parent — perlu dicek apakah ini sesuai skenario (parent idealnya lebih besar dari total child jika ingin sharing bandwidth proporsional).

Kesimpulan

Secara keseluruhan, implementasi Hierarchical Simple Queue pada segmen Management (VLAN 30) dinyatakan berhasil dan efektif. Antrean induk (TOTAL-MGMT-LIMIT-20M) berfungsi sebagai pengunci utama yang memastikan total laju trafik di segmen ini tidak akan pernah melewati batas 20 Mbps, sehingga jaringan terisolasi dengan aman dan mencegah terjadinya monopoli kapasitas (bandwidth starvation) yang bisa mengganggu segmen jaringan lainnya.

Di dalam batasan tersebut, masing-masing VM (mgmt1 dan mgmt2) diberikan alokasi Max Limit 20 Mbps. Skema ini membuat pembagian trafik menjadi sangat fleksibel, salah satu VM bisa memakai seluruh jatah 20 Mbps milik induk saat VM lainnya sedang diam (idle), namun akan otomatis berbagi porsi secara adil ketika keduanya dipaksa bekerja bersamaan. Selain itu, pengaktifan fitur Burst (dengan Limit 25M, Threshold 18M, dan Time 10s) pada masing-masing VM memberikan akselerasi spontan yang membuat koneksi menjadi responsif di detik-detik awal. Karakteristik ini sangat ideal untuk lalu lintas data administrasi jaringan yang biasanya berupa lonjakan request kecil dan cepat, seperti mengakses dashboard atau SSH. Namun, apabila VM digunakan untuk mengunduh berkas besar secara terus-menerus, sistem akan otomatis menurunkan laju kecepatan kembali mentok ke batas normal 20 Mbps. Kombinasi ini memastikan penggunaan bandwidth berjalan optimal, stabil, responsif, dan tetap terukur sesuai batas aman yang sudah ditentukan.

promo vps
Previous Article

Panduan Audit Keamanan Server AlmaLinux Menggunakan Kali Linux dan Tools Nmap, dan Hydra

Write a Comment

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *