Cara Mengetahui Tipe Filesystem di Linux dengan Mudah

vps pay as you go

Sebagai pengguna atau administrator sistem Linux, mengetahui tipe filesystem yang digunakan pada disk adalah kemampuan dasar yang krusial. Baik Anda menggunakan Ubuntu, CentOS, Debian, atau distro lainnya, informasi ini sangat penting ketika Anda ingin melakukan mounting disk baru, mengubah ukuran partisi, atau sekadar melakukan troubleshooting.

Ada banyak cara untuk melihat informasi disk, namun metode yang paling cepat, standar, dan efektif adalah menggunakan terminal. Dalam tutorial ini, kita akan membahas cara mengetahui tipe filesystem Linux menggunakan perintah df.

Mengapa Penting Mengetahui Tipe Filesystem?

Sebelum masuk ke teknis, penting untuk memahami mengapa kita perlu mengecek tipe filesystem (seperti ext4, xfs, btrfs, atau ntfs). Berikut beberapa alasannya:

  • Kompatibilitas: Memastikan disk dapat dibaca oleh sistem operasi lain.
  • Perbaikan (Repair): Alat perbaikan disk (fsck) memerlukan spesifikasi tipe filesystem yang tepat.
  • Mounting Manual: Saat memasang disk secara manual lewat /etc/fstab, Anda wajib mendefinisikan tipenya.

Cara Menggunakan Perintah df -T

Perintah df adalah singkatan dari Disk Free. Secara default, perintah ini menampilkan penggunaan ruang disk. Namun, dengan menambahkan opsi atau flag -T, kita bisa memaksa perintah ini untuk menampilkan tipe filesystem.

diskon vps

Berikut adalah langkah-langkah mudahnya:

Buka Terminal Linux

Anda bisa membuka terminal dengan pintasan Ctrl + Alt + T(pada kebanyakan distro) atau masuk melalui SSH jika Anda mengelola server.

Jalankan Perintah Dasar

Ketik perintah berikut ini di terminal, lalu tekan Enter:

df -T

Membaca Output Terminal

Setelah menekan Enter, sistem akan menampilkan daftar partisi yang sedang terpasang (mounted). Outputnya akan terlihat seperti contoh di bawah ini:

Filesystem     Type     1K-blocks    Used Available Use% Mounted on
tmpfs          tmpfs       795884    1844    794040   1% /run
/dev/sda2      ext4     115243636 8456120 100902804   8% /
tmpfs          tmpfs      3979416       0   3979416   0% /dev/shm
/dev/sda1      vfat        523248    6220    517028   2% /boot/efi
/dev/sdb1      xfs      524032000 4503200 519528800   1% /data

Penjelasan Kolom Output

Agar tidak bingung, mari kita bedah arti dari setiap kolom di atas, khususnya kolom Type:

  • Filesystem
    Nama perangkat atau partisi (contoh: /dev/sda2).
  • Type
    Inilah kolom yang kita cari. Menunjukkan jenis format disk (contoh: ext4, vfat, xfs).
  • 1K-blocks/Used/Available
    Menunjukkan kapasitas penyimpanan.
  • Mounted on
    Lokasi di mana partisi tersebut dipasang dalam struktur direktori (contoh: / untuk root atau /data).

Catatan: Anda mungkin melihat banyak baris bertuliskan tmpfs atau devtmpfs. Abaikan saja baris tersebut jika Anda hanya mencari informasi tentang hard disk fisik atau SSD Anda. Fokuslah pada baris yang diawali dengan /dev/.

Tips Tambahan

Output standar dari df -T menampilkan ukuran dalam blok 1K, yang mungkin sulit dibaca secara cepat. Untuk mempermudah, Anda bisa menggabungkan opsi -T (Type) dengan -h (Human-readable).

Gunakan perintah berikut:

df -Th

Dengan perintah ini, ukuran disk akan ditampilkan dalam satuan GB atau MB, sehingga lebih mudah dipahami oleh mata manusia, sembari tetap menampilkan kolom Type filesystem.

Kesimpulan

Mengetahui cara cek tipe filesystem di Linux tidaklah sulit. Hanya dengan satu baris perintah df -T, Anda sudah mendapatkan informasi lengkap mengenai jenis format partisi, kapasitas, hingga titik pemasangannya (mount point).

Metode ini sangat andal karena tersedia di hampir semua distribusi Linux tanpa perlu menginstal aplikasi tambahan.

diskon vps
Previous Article

Keunggulan WireGuard untuk Komunikasi Site-to-Site

Next Article

Mengenal Apa Itu IPTV

Write a Comment

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *